Samarinda, 16 Januari 2025 — Tim Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman telah sukses menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Sosialisasi Pengendalian Nyamuk dengan Metode Ovitrap" di RT 022 dan RT 024, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Kegiatan yang mulai dilaksanakan sejak 28 September 2024 bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengendalikan populasi nyamuk yang menjadi vektor utama penyakit demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap tingginya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dilaporkan oleh Puskesmas Lempake, dengan 85 kasus pada tahun 2022, sebagian besar terjadi di wilayah padat penduduk tersebut. Kegiatan yang dipimpin oleh Kadek Subagiada, bersama tim pengajar dan mahasiswa program studi S-1 Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman, memperkenalkan ovitrap, alat sederhana yang dirancang untuk menangkap telur nyamuk dan memutus siklus hidupnya. “Kami ingin memberikan solusi yang efektif dan ramah lingkungan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengendalian berbasis komunitas,” ujar Kadek.
Pelatihan dimulai dengan memperkenalkan konsep dasar tentang siklus hidup nyamuk dan risiko penyakit yang dapat ditularkan. Warga kemudian diajarkan cara membuat ovitrap menggunakan ember, saringan, dan air hujan, yang mudah diterapkan dengan bahan yang tersedia di rumah tangga. Hasil pengamatan selama satu bulan menunjukkan penurunan signifikan jumlah jentik nyamuk, membuktikan efektivitas metode ini.
Menurut tim pelaksana, penggunaan ovitrap adalah langkah preventif yang lebih berkelanjutan dibandingkan metode tradisional seperti fogging. Selain itu, keterlibatan aktif warga dalam pemasangan dan pemantauan ovitrap di rumah mereka mencerminkan keberhasilan kegiatan ini dalam membangun partisipasi masyarakat. Sebanyak 100% peserta yang hadir bersedia memasang ovitrap di lingkungan rumah mereka.
“Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini. Peran serta tokoh masyarakat dan koordinasi dengan pihak kesehatan setempat juga memperkuat pelaksanaan kegiatan,” tambah Dijan Sunar Rukmi, anggota tim.
Data pemantauan menunjukkan bahwa tren jumlah jentik menurun hingga 72% dari minggu pertama hingga minggu keempat. Angka ini menjadi indikator bahwa metode ovitrap dapat diandalkan sebagai strategi pengendalian nyamuk yang murah, mudah, dan berkelanjutan.
Tim berharap kegiatan serupa dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi sanitasi yang serupa, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penyakit berbasis vektor nyamuk. Universitas Mulawarman berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan metode pengendalian berbasis riset melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Kontak Media:
Nama: Riezdqhy Amalina Farahiyah Al Husna
Email: riezdqhy_amalina@fmipa.unmul.ac.id
Universitas Mulawarman