Prestasi membanggakan ditorehkan oleh MAN 2 Kutai Kartanegara. Berhasil menembus 30 besar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset tingkat nasional, MAN 2 Kukar menjadi satu-satunya madrasah dari Provinsi Kalimantan Timur yang berhasil mencapai tahap tersebut. Kini, Tim Riset MAN 2 Kukar semakin memantapkan langkah untuk melaju ke babak 6 besar nasional.

Sebagai bagian dari rangkaian OMI Riset, tim mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penguatan OMI Riset yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Kegiatan berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Cisarua, Bogor.

Tim mengusung inovasi berjudul “AKAR CIKAL: Smart Monitoring Berbasis Gamifikasi dan Ekoteologi untuk Karakter Peduli Lingkungan di Madrasah”. Tim ini terdiri atas tiga siswi, yaitu Khessa Astina Maharani (XII-9), Humaira Salpina Ramadhani (XI-6), dan Salsabila Chyntia Calista (XI-7), di bawah bimbingan Rofi Indrawan, S.Kom.

Untuk mematangkan penelitian, tim mendapatkan pendampingan dan validasi dari tiga akademisi, yaitu:

1. Dr. Muhammad Fajri, M.Pd. dari UINSI Samarinda sebagai ahli materi ekoteologi Islam;
2. Riezdqhy Amalina Farahiyah Al Husna, M.Pd. dari Universitas Mulawarman sebagai ahli pendidikan karakter; dan
3. Dr. Muhammad Bambang Firdaus, S.Kom., M.Kom. dari Universitas Mulawarman sebagai ahli media dan teknologi informasi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat substansi penelitian, menyempurnakan inovasi, serta meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

Kepala Bidang Pendidikan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, H. Sabransyah, S.IP., S.HI turut memberikan arahan dan dukungan agar capaian Tim Riset MAN 2 Kukar dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi madrasah di Kalimantan Timur.

Ia mengarahkan agar tim memanfaatkan pendampingan para ahli secara optimal, memperkuat argumentasi ilmiah, menyempurnakan metode penelitian, serta memastikan inovasi yang dikembangkan memiliki manfaat dan dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Kesiapan dalam menyampaikan hasil penelitian secara sistematis, meyakinkan, dan berbasis data juga menjadi hal penting dalam menghadapi seleksi menuju 6 besar nasional.

“Keberhasilan MAN 2 Kutai Kartanegara menjadi satu-satunya madrasah dari Kalimantan Timur yang menembus 30 besar OMI Riset nasional merupakan capaian yang patut diapresiasi. Kami berharap prestasi ini menjadi penyemangat bagi tim untuk terus bekerja keras, terbuka terhadap masukan para validator, dan menyempurnakan hasil penelitian. Persiapkan presentasi dengan sebaik-baiknya, tunjukkan keunggulan inovasi yang dikembangkan, serta buktikan bahwa madrasah mampu melahirkan riset yang inovatif, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Kutai Kartanegara sekaligus bagi dunia pendidikan madrasah di Kalimantan Timur. Dengan dukungan madrasah, pendampingan akademisi, serta arahan dari Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Timur, Tim Riset MAN 2 Kukar diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan melangkah ke babak 6 besar OMI Riset nasional.

Kepala MAN 2 Kutai Kartanegara, Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas capaian yang diraih oleh tim riset. Menurutnya, keberhasilan menembus 30 besar nasional merupakan hasil kerja keras murid, pembimbing, serta dukungan dari orang tua dan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas pencapaian Tim Riset MAN 2 Kukar yang berhasil masuk 30 besar OMI Riset tingkat nasional. Terlebih, MAN 2 Kukar menjadi satu-satunya madrasah dari Kalimantan Timur yang berhasil mencapai tahap ini. Kami berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap pendampingan dari para validator dapat membantu tim menyempurnakan penelitian sehingga semakin siap bersaing menuju 6 besar nasional.

“Inovasi AKAR CIKAL memadukan teknologi smart monitoring, gamifikasi, dan nilai-nilai ekoteologi Islam untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan di madrasah. Kami berharap penelitian ini tidak hanya mengantarkan tim meraih prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi penguatan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan,” tambahnya

berita Dina Hayati Putri