SAMARINDA — Sebanyak 39 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Lingkungan melaksanakan kegiatan kunjungan praktikum lapangan ke PT Asiana Recycle Indonesia pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata program studi dalam mengintegrasikan teori akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan ini didampingi 2 dosen pengampu Mata Kuliah Rekayasa Lingkungan, Riezdqhy Amalina F.Al Husna, M.Sc dan Novita Arumsari, M.Sc. 

Kunjungan praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai penerapan rekayasa lingkungan dalam pengelolaan sampah secara nyata. Secara khusus, kegiatan ini mencakup analisis efektivitas sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu; evaluasi parameter teknis unit pengomposan sebagai metode stabilisasi limbah biologis; penilaian efektivitas unit hidroponik yang memanfaatkan hasil dekomposisi sampah organik; serta pengkajian alternatif rekayasa untuk material yang sulit didaur ulang agar tidak mencemari ekosistem.

Selama kunjungan berlangsung, para mahasiswa yang terbagi dalam kelompok-kelompok pengamatan melakukan observasi langsung dan analisis terhadap berbagai komponen sistem pengelolaan sampah terpadu di fasilitas PT Asiana Recycle Indonesia. Komponen yang dikaji meliputi sistem penjemputan sampah, proses pemilahan, budidaya hidroponik berbasis limbah organik, pengelolaan kompos, daur ulang anorganik, hingga penanganan residu akhir. Setiap kelompok mendokumentasikan temuan dalam lembar kerja praktikum terstruktur yang memuat diagram alir pengelolaan, tabel observasi lapangan, serta pertanyaan analisis rekayasa.

Kegiatan praktikum lapangan ini merupakan implementasi langsung dari konsep-konsep yang dipelajari dalam Mata Kuliah Rekayasa Lingkungan di Semester 4. Dengan mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah yang beroperasi secara nyata, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menganalisis parameter teknis seperti kapasitas pengolahan, metode pemilahan, efisiensi komposting, dan sirkularitas nutrisi dalam sistem hidroponik—seluruhnya dalam konteks keberlanjutan lingkungan yang sesungguhnya. Pendekatan experiential learning ini memperkuat kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa dalam menghadapi tantangan rekayasa lingkungan yang nyata.

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan berharap kegiatan kunjungan praktikum seperti ini dapat terus menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri lingkungan. Melalui pengalaman lapangan yang terstruktur, diharapkan mahasiswa mampu menghasilkan solusi-solusi inovatif berbasis rekayasa untuk persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur. Kolaborasi dengan mitra industri seperti PT Asiana Recycle Indonesia juga menjadi wujud nyata komitmen program studi dalam mendukung pendidikan lingkungan yang kontekstual dan berdampak.

berita Riezdqhy Amalina